Rehabilitasi Adalah Solusi Pemulihan Kesehatan Mental Usai COVID-19

Rehabilitasi Adalah Solusi Pemulihan Kesehatan Mental Usai COVID-19

rehabilitasi adalah

Sejak tahun 2019, pandemi COVID-19 telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dan hingga kini masih belum mereda. Pandemi COVID-19 ini tentunya menimbulkan banyak kekhawatiran dan kecemasan, karena dapat menyebar dan ditularkan lewat udara. Orang-orang yang telah mengalami COVID-19 dan sudah pulih pun harus berjuang agar tubuhnya kembali fit seperti semula. Rehabilitasi adalah salah satu cara yang dapat menjadi solusi untuk pemulihan kesehatan fisik serta mental usai terkena COVID-19. 

Selain fisik, rehabilitasi mental usai terkena COVID-19 juga penting untuk dilakukan. Hal ini karena orang yang menderita COVID-19 harus isolasi minimal 14 hari dan tidak bertemu dengan siapapun. 

Rehabilitasi Kesehatan Mental Usai Terkena COVID-19

Hidup dengan penyakit parah seperti COVID-19 dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang dalam beberapa cara. Beberapa orang yang selamat dari COVID-19 mungkin mengalami trauma psikologis yang merupakan respons terhadap stres ekstrem.

Trauma akibat terkena COVID-19 ini dapat menyebabkan kecemasan, depresi, atau disasosiasi, yang mengacu pada perasaan terputus dari pikiran, perasaan, atau pengalaman seseorang. Orang yang mengalami peristiwa traumatis mungkin tidak dapat mengingatnya dengan jelas, atau hanya mengingat bagian-bagian tertentu.

Beberapa orang yang mengalami trauma terus mengembangkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD), yang dapat menyebabkan gejala yang bertahan lebih lama, termasuk kilas balik, mimpi buruk, dan hyperarousal. Hal ini sangat mungkin terjadi pada orang yang perlu tinggal di ICU atau perawatan medis darurat ketika mengalami COVID-19.

Selain dampak dari penyakit awal, gejala kronis atau komplikasi yang mungkin dialami pasien juga dapat menjadi tantangan. Menurut National Institute of Mental Health (NIH), pasien COVID-19 yang memiliki penyakit kronis lebih mungkin mengalami depresi.

Namun, perawatan, terapi serta rehabilitasi adalah solusi yang efektif tersedia untuk mengatasi trauma, PTSD, depresi, dan kondisi kesehatan mental lainnya yang mungkin timbul karena tertular COVID-19. Penyintas COVID-19 dapat meningkatkan kesehatan mental dengan melakukan terapi, baik online atau tatap muka dengan kelompok pendukung untuk orang-orang dengan kondisi tertentu atau kelompok penyintas, untuk orang yang selamat dari COVID-19. Selain itu, pasien juga bisa melakukan aktivitas yang meredakan stres dan kecemasan, seperti yoga.

Selain rehabilitasi untuk meningkatkan kesehatan mental, rehabilitasi juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan paru-paru. Hal ini karena COVID-19 dapat memiliki efek jangka panjang pada fungsi paru-paru untuk beberapa orang. Rehabilitasi pada paru juga sangat penting pada orang-orang yang memiliki penyakit kronis yang memengaruhi paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik.

Rehabilitasi paru, atau fisioterapi pernapasan, memiliki tujuan berikut:

  • mengurangi sesak nafas
  • meningkatkan kapasitas paru-paru
  • mengelola komplikasi pernapasan yang terjadi
  • mengurangi dampak gejala pernapasan pada kesehatan mental.

Seperti terapi fisik, rehabilitasi paru juga berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Jika seseorang makin aktif, maka tingkat pernapasannya juga akan meningkat.

Terapi atau rehabilitasi untuk paru bisa dilakukan dengan cara berikut ini:

  • pelatihan untuk menyesuaikan ritme pernapasan 
  • teknik untuk memperkuat otot-otot pernapasan
  • pelatihan ekspektorasi, yang membantu seseorang membersihkan lendir dari saluran udara.

Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan berbagai gangguan yang berefek dari segi kognitif, fisik, dan paru-paru, serta memengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda. Rehabilitasi adalah solusi yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk pulih dari COVID-19 sekaligus membantu tubuh agar fit seperti semula. Namun, Anda tetap harus berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika ingin melakukan rehabilitasi usai terkena COVID-19. 

Referensi:

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-rehabilitation

Diakses pada 13 Juni 2021

Physiopedia. https://www.physio-pedia.com/COVID-19:_Post-Acute_Rehabilitation

Diakses pada 13 Juni 2021

Leave a Reply