Tipe dan Cara Menghindari Peer Pressure pada Remaja

Tipe dan Cara Menghindari Peer Pressure pada Remaja

etiap individu akan mengalami peer pressure terutama remaja. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia ini adalah tekanan teman sebaya.

Setiap individu akan mengalami peer pressure terutama remaja. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia ini adalah tekanan teman sebaya.

Di dunia psikologi tekanan teman sebaya ini adalah semacam tekanan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap individu yang berusia sama untuk mengikuti aturan atau kemauan mereka.

Dengan kata lain, individu yang ditekan tersebut harus menjadi bagian dari kelompok tersebut, suka atau tidak suka.

Tekanan teman sebaya ini bisa positif atau negatif. Jika positif, tentunya tekanan tersebut akan berujung pada kebaikan, dan akan menumbuhkan minat seseorang yang ditekan tersebut untuk terus berada dalam kelompok dan melakukan hal yang sama. Contohnya, mengikuti kebiasaan berolahraga oleh kelompok yang mengajak tersebut.

Namun, sebaliknya, jika tekanan itu bersifat negatif, hal tersebut bisa merugikan orang lain, dan berujung penyesalan.

Contoh tekanan teman sebaya negatif ini adalah pesta minuman keras dan mabuk-mabukkan, ikut menyetir secara ugal-ugalan, dan hal-hal merugikan lainnya seperti merusak fasilitas umum.

Siapa yang terkena tekanan ini?

Tekanan teman sebaya ini berlaku pada setiap kelompok umur. Namun yang paling rentan terkena adalah remaja. Mengapa?

Karena ini adalah kelompok usia yang sedang mengalami transisi dari anak-anak ke orang dewasa.

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri yang tentunya tindakan yang mereka lakukan untuk membuat orang lain memperhatikan keberadaan mereka.

Kebanyakan remaja akan memberontak terhadap aturan-aturan yang dianggap mengekang kebebasan mereka seperti di sekolah sehingga orang dewasa terutama para guru harus mengarahkan sifat pemberontakan itu ke arah yang baik melalui kompetisi olahraga dan cerdas cermat antarkelas atau sekolah.

Jika tidak diarahkan dengan benar, hal tersebut akan berubah menjadi kenakalan remaja yang tentu saja merugikan semua pihak.

Tipe-tipe Peer Pressure

Terdapat 6 tipe atau jenis tekanan teman sebaya yang perlu Anda ketahui, yaitu:

Tekanan teman sebaya yang diucapkan

Ini adalah jenis tekanan teman sebaya yang melibatkan satu individu atau kelompok untuk meminta individu berperilaku atau bergabung dengan kelompoknya melalui lisan.

Tekanan teman sebaya secara lisan ini mempunyai tekanan yang lebih kuat sehingga individu yang diajak mau tidak mau menuruti karena jumlah yang tidak seimbang.

Tekanan teman sebaya yang tidak diucapkan

Berbeda halnya dengan yang diucapkan, tekanan teman sebaya ini lebih kepada tampilan atau perilaku suatu kelompok yang sedang memakai sesuatu yang sedang tren.

Dalam kelompok tersebut terdapat individu yang kebetulan tidak memakai hal yang tren tersebut sehingga ia mau tidak mau akan memakainya untuk menyesuaikan diri agar dianggap sebagai bagian kelompok.

Tekanan teman sebaya langsung

Jenis tekanan teman sebaya ini bisa berupa ucapan atau tidak yang berujung pada ketidaknyamanan individu di lingkungan tempat dia berada.

Tekanan teman sebaya tidak langsung

Tekanan jenis ini lebih bersifat pasif, dan tidak begitu agresif. Meski begitu tekanan yang datang dari suara hati ini tetap mengarahkan perasaan diri untuk harus mengikuti suatu hal yang harus dicoba.

Tekanan teman sebaya positif

Tekanan teman sebaya ini bisa bersifat diucapkan, tidak diucapkan, langsung, dan tidak langsung.

Sesuai namanya, tekanan yang diberikan mengarah pada hal-hal yang bersifat positif seperti kegiatan berolahraga untuk kesehatan jasmani.

Tekanan teman sebaya negatif

Berkebalikan dengan positif, tekanan teman sebaya negatif meminta kepada individu untuk melakukan hal-hal yang menantang dan berbahaya, serta merugikan orang lain sehingga dianggap sebagai kelompok.

Cara menghindari peer pressure

  • Utamakan perasaan, dan jangan ikut-ikutan meskipun kelompok yang mengajak tidak merasakan apa-apa.
  • Pikirkan masak-masak tindakan yang akan dilakukan untuk jangka waktu ke depan
  • Berkata jujur dan tegas pada kelompok yang menekan mengenai perasaan Anda jika Anda memang tidak nyaman dan tidak mau mengikuti
  • Minta tolong kepada orang tua jika individu tersebut sedang berada dalam tekanan melalui WA supaya orang tua akan meminta si individu segera pulang
  • Berikan alasan medis jika si individu mengalaminya atau harus membantu orang tua untuk situasi tertentu
  • Punya teman yang memiliki pandangan sama
  • Mintalah bantuan dari orang-orang dewasa yang cukup berpengaruh seperti orang tua dan guru untuk bisa menghadapi dan keluar dari peer pressure.

Leave a Reply