Membandingkan Cendo Xitrol Salep dengan Tetes Mata

Membandingkan Cendo Xitrol Salep dengan Tetes Mata

cendo xitrol salep

Cendo merupakan merek produk obat mata yang sudah cukup populer di Indonesia. Di antara beberapa varian yang ada, “Xitrol” jadi salah satu yang paling dikenal. Nah, Cendo Xitrol ini ada pembagian jenisnya lagi, yakni Cendo Xitrol Salep dan bentuk cair alias tetes mata. Lantas, perbandingan apa saja yang bisa terdapat di antara keduanya?

Awal sekali, kita bisa membandingkan kedua jenis Cendo Xitrol ini dari sediaan atau bentuk obatnya. Jelas sekali bahwa keduanya sudah berbeda dari sini: yang satu berbentuk krim atau salep, sementara satunya hadir dengan sediaan cair. Berdasarkan ini, tentu ada perbedaan-perbedaan lainnya yang ikut sehingga semakin banyak faktor pembanding bagi keduanya.

Setelah bentuk sediaan, tentu cara pakai obat menyertai. Cara pakai obat pasti sesuai dengan bentuk atau sediaan obat itu sendiri. Menggunakan Cendo Xitrol Salep tak salah lagi berbeda dengan Cendo Xitrol Tetes. Seperti salep-salep lainnya, mengaplikasikan Cendro Xitrol Salep yang benar adalah dengan mengoleskannya di daerah yang bermasalah. 

Untuk dapat memahami keduanya secara lebih rinci, ada baiknya masing-masing jenis dibedah secara khusus. Dimulai dari Cendo Xitrol Salep, berikut penjelasan keduanya:

Obat ini sebenarnya hadir dari kombinasi antibiotik dengan anti-inflamasi. Rumusan tersebut diciptakan untuk mengejar fungsi atau manfaat utamanya, yakni mengatasi infeksi bakteri pada mata yang menyebabkan mata merah atau bengkak serta iritasi pada jaringan konjungtiva dan kornea.

Atas kombinasi antibiotik dan anti-inflamasi yang diwakili oleh Deksametason 0.1%, Neomisin (sulfat) 3.5 mg, dan Polimiksin-B-Sulfat 6000 UI, Cendo Xitrol Salep efektif dalam mengatasi mata yang meradang lantaran infeksi bakteri, utamanya bakteri-bakteri yang peka terhadap neomisin dan polimiksin.

Adapun Cendo Xitrol Tetes merupakan tetes mata steril yang juga dapat dikatakan sebagai antibiotik, berkat kombinasi Dexamethasone, Neomycin sulphate, dan Polymyxin B sulphate. Perlu diketahui bahwa Neomycin sulphate merupakan aminoglikosida yang bersifat bakterisid untuk beberapa organisme Gram positif dan Gram negatif.

Neomycin sulphate bekerja dengan cara menghambat sintesa protein dengan mengikat RNA ribosom dan menyebabkan bakteri salah membaca kode genetiknya. Sementara Polymyxin sulphate sendiri adalah bakterisid untuk berbagai organisme Gram negatif. Terakhir, peran Dexamethasone merupakan glukokortikoid sintetik yang memiliki aktivitas anti-inflamasi yang kuat. Atas dasar itu, Cendo Xitrol cocok digunakan sebagai obat bagi mata yang mengalami gangguan kesehatan, terutama karena infeksi bakteri yang membuatnya meradang.

Patut digarisbawahi bahwa Cendo Xitrol, baik itu Cendo Xitrol Salep ataupun Cendo Xitrol Tetes sama-sama obat keras. Seseorang perlu memiliki resep dari dokter untuk bisa mendapatkan, serta menggunakan obat ini. Namun, secara umum aturan pakai untuk kedua obat ini antara lain:

  • Cendo Xitrol Tetes Mata

Aturan pakai: teteskan 1-2 tetes Cendo Xitrol Tetes mata, sebanyak 4-6 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan pada kasus infeksi yang parah. 

  • Cendo Xitrol Salep Mata

Aturan pakai: oleskan Cendo Xitrol Salep mata, sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.

Di luar itu, tak ada perbedaan lain yang dapat menjadi pembanding antara Cendo Xitrol Salep dan Cendo Xitrol Tetes. Yang ada, malah persamaan-persamaan di antara keduanya. Semisal kesamaan cara simpan, efek samping yang mungkin muncul, kontra-indikasi, dan potensi seseorang mengalami overdosis dalam penggunaan kedua obat ini.

Di akhir, kita tak dapat “memunculkan” pemenang dari perbandingan ini. Keduanya punya peran, kegunaan, dan keunggulannya masing-masing. Baik itu Cendo Xitrol Salep maupun Cendo Xitrol Tetes punya ranahnya sendiri-sendiri. Jadi, obat mana yang sebaiknya dipilih, kalian bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, serta rekomendasi dari dokter.

Leave a Reply