Faktor Terjadinya Nyeri Sendi dan Otot Serta Cara Mengatasinya

Faktor Terjadinya Nyeri Sendi dan Otot Serta Cara Mengatasinya

Sendi dan otot difungsikan untuk memastikan kerangka tubuh tetap menyatu serta dapat bergerak bebas. Diberbagai kasus, nyeri sendi umumnya sangat sering dijumpai dengan tak memandang usia.  Gejalanya berupa rasa sakit dan perasaan tidak nyaman pada salah satu sendi tubuh. Beberapa gejala lain yang mungkin ditimbulkan:

-pembengkakan pada sendi dan otot

-menjadi sulit untuk menggerakkan bagian tubuh

-rasa kaku dan tidak nyaman pada sendi

-timbul ruam dan kemerahan dibagian yang sakit

-rasa nyeri yang luar biasa 

-sendi dan otot menjadi lebih lemah 

Saat mengalami nyeri pada sendi dan otot, pergerakan juga semakin terganggu. Ini menjadikan aktivitas harian akan terganggu akibat rasa sakit yang ditimbulkan. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan nyeri sendi dan otot adalah mengkonsumsi obat pereda nyeri, yaitu Paramex nyeri otot. 

Apa itu Paramex nyeri otot?

Paramex nyeri otot adalah salah satu obat dengan fungsi menghilangkan rasa nyeri pada sendi dan otot. Didalamnya terdapat kandungan ibuprofen dan paracetamol yang dapat bekerja dengan mengurangi produksi zat yang menyebabkan nyeri pada sendi dan otot.

Faktor yang mempengaruhi nyeri sendi dan otot:

1. Usia

Saat semakin bertambahnya usia, hormon estrogen dan progesteron yang tadinya seimbang semakin lama akan semakin berkurang. Inilah sebabnya mengapa 75% pengidap nyeri sendi dan otot berasal dari kalangan lanjut usia yaitu 60 tahun ke atas.  

Tapi tak menutup kemungkinan nyeri sendi dialami oleh usia muda yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu cedera, peradangan, atau obesitas.

2. Kondisi medis tertentu

Faktor yang juga dapat mempengaruhi nyeri pada sendi dan otot seseorang adalah kondisi medis. Beberapa diantaranya:

-lupus

-kanker tulang

-leukimia

-infeksi tulang

-hormon tiroid yang kurang aktif

-rematik

-asam urat

-saraf terganggu dan tidak berfungsi

Beberapa penyakit tersebut dapat menyerang sel-sel pada sendi sehingga menyebabkan gangguan pada  sendi dan otot seseorang.

3. Faktor genetik

Genetik juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu nyeri sendi dan otot pada tubuh. Saat anggota keluarga memiliki riwayat nyeri sendi dan otot, tak menutup kemungkinan Anda akan mewarisinya.

4. Jenis kelamin

Dapat dikatakan wanita bisa lebih rentan terkena nyeri sendi dan otot. Osteoarthritis adalah salah satu penyakit persendian yang umumnya dijumpai pada wanita dengan rentang usia 40-50tahun keatas. Perubahan hormon pada wanita saat seiring bertambahnya usia juga dapat mempengaruhi hal tersebut.

Lalu apa saja penyebab nyeri sendi dan otot yang umum terjadi?

Penyebab nyeri sendi dan otot dapat disebabkan oleh beragam fakor dan kondisi, mulai dari cedera, peradangan (arthritis), pengapuran sendi (osteoarthritis), hingga penyakit bawaan tertentu.

  1. Nyeri sendi dan otot akibat cedera

Nyeri sendi akibat cedera dapat terjadi ketika seseorang terlalu banyak melakukan aktifitas yang membahayakan komponen sendi. Contohnya ketika terlalu sering memaksakan diri untuk mengangkat beban yang berat saat gym. Jika ini dilakukan terus menerus, sendi dan otot akan mudah mengalami cedera karena memaksakannya untuk menopang beban berat selama terus menerus.

-kondisi yang mungkin terjadi:

-memar

-perubahan bentuk tulang

-keseleo

-otot yang kaget

2.  Pengapuran (osteoarthritis)

Osteoarthritis adalah kondisi dimana tulang rawan yang menjadi bantalan antar tulang didalam tubuh mengalami kerusakan akibat pengapuran. Gejala mulai dirasakan saat bantalan tulang mulai rusak hingga menyebabkan gesekan langsung antar tulang. Jika dibiarkan, hal ini akan menyebabkan kerusakan pada sendi dibeberapa titik yang menyebabkan rasa tidak nyaman hingga tubuh yang menjadi sulit bergerak. 

Umumnya osteoarthritis sering dijumpai pada usia lanjut, tapi tidak menutup kemungkinan jika usia muda dengan aktifitas fisik yang tertekan secara terus menerus dapat terkena penyakit ini. Jika seseorang terkena osteoarthritis, penderita akan merasakan gejala sendi kaku hingga pergerakan tubuh menjadi terbatas.

  1. Tendinitis

Tendinitis adalah kondisi terjadinya peradangan serta iritasi pada bahu tendon. Gejala ini bisa terjadi pada tendon dibahu, siku, dan pergelangan tangan. 

Saat seseorang mengalami gejala tendinitis yang dirasakan adalah bengkak pada sendi, rasa tidak nyaman dan pegal, hingga nyeri yang luar biasa.

  1. Bursitis

Bursitis adalah kondisi nyeri sendi yang diakibatkan oleh meradangnya bantalan berisi cairan (bursae) yang seharusnya melindungi sendi. Bursitis umumnya terjadi saat sendi dan otot sering melakukan gerakan yang sama secara berulang.

Bursitis sering terjadi pada atlet basket, renang, serta pada orang yang banyak melakukan aktifitas fisik  didaerah sekitar bahu dengan jangka waktu yang lama. 

  1. Nyeri sendi akibat penyakit tertentu
  • Infeksi virus 

Infeksi virus bisa jadi salah satu penyebab nyeri sendi dan otot. Beberapa contohnya adalah infeksi virus yang disebabkan oleh demam berdarah dengue, chikungunya, atau rubela. 

Saat seseorang terkena penyakit yang disebabkan oleh terinfeksi virus tersebut, rasa nyeri serta pegal yang luar biasa akan timbul pada sendi.  

  • Lupus

Lupus atau yang biasa disebut autoimun adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan nyeri sendi dan otot. 

Penyakit ini menyerang berbagai bagian tubuh mulai dari kulit, sendi, pembuluh darah, hingga organ tubuh lainnya yang akhirnya akan ikut membuat peradangan pada sendi sehingga menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada sendi dan otot seseorang.

  • Kanker darah
  • Leukimia
  • Serta gangguan saraf

Pengobatan yang dapat dilakukan:

  1. Penanganan mandiri dengan konsumsi obat

Nyeri sendi dapat diobati dengan berbagai jenis pengobatan yang disesuaikan dengan parah atau tidaknya gejala. Nyeri sendi pada gejala ringan umumnya dapat diobati dengan mengkonsumsi obat-obatan yang mempunyai fungsi khusus sebagai perada nyeri pada sendi dan otot seperti:

-ibuprofen

-aspirin

-paracetamol

Salah satu obat pereda nyeri sendi yang mengandung ibuprofen dan paracetamol yang dapat Anda coba adalah Paramex nyeri otot. Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi zat yang menyebabkan nyeri yaitu prostaglandin. Ketika prostaglandin dalam tubuh seseorang telah berkurang, gejala-gejala nyeri pun akan sedikit mereda.

Selain meminum obat dengan fungsi meredakan nyeri, Anda dapat mengompres bagian sendi yang sakit dengan air es selama beberapa menit, serta dibantu dengan istirahat yang cukup. 

  1. Penanganan melalui operasi

Dalam kasus yang parah, nyeri sendi tidak dapat diobati dengan pengobatan mandiri melainkan dengan tindakan operasi. Tindakan operasi dapat disesuaikan dengan keluhan yang dirasakan. Mulai dari pengeluaran cairan sendi, perbaikin bentuk sendi, penggatian sendi yang rusak, hingga pengangkatan jaringan sendi.

Hal ini direkomendasikan jika keadaan sendi dan otot sudah dalam kondisi yang parah dan memang membutuhkan tindakan pembedahan.

Itulah beberapa penanganan nyeri otot yang perlu Anda ketahui. Keluhan nyeri sendi dan otot biasanya tidak perlu dibawa kedokter jika masih dalam kondisi ringan. Namun saat kondisinya berangsur-angsur tak membaik dan semakin parah, harus segera diperiksakan pada dokter untuk merawat perawatan tertentu. 

Leave a Reply